Jejak Aksi Noir: 10 Lokasi Syuting Wajib Dikunjungi dari ‘Bloodhounds Season 2’

1. Pendahuluan: Kebangkitan Sang ‘Bloodhounds’

Dunia baru saja menyaksikan ledakan adrenalin yang tak terbendung. Bloodhounds Season 2 tidak hanya kembali; ia mendominasi. Berdasarkan data dari Arirang News, serial ini meledak di peringkat No. 1 kategori TV Non-Inggris di Netflix global dengan raihan masif 7,4 juta penayangan hanya dalam periode 6 hingga 12 April. Menembus daftar Top 10 di 80 negara—termasuk Argentina, Turki, hingga Vietnam—kisah duo petinju ini telah menjadi fenomena budaya pop yang visceral. Bagi Anda para penggemar aksi noir yang haus akan atmosfer neon yang gelap dan ketegangan bawah tanah, mengunjungi lokasi syuting aslinya bukan sekadar wisata, melainkan ziarah ke jantung narasi yang penuh keringat dan darah.

2. Kemewahan Puncak: Grand Hyatt Seoul (Yongsan-gu)

Masuki dunia elit chaebol di mana pengkhianatan berbalut kemewahan. Grand Hyatt Seoul kembali menjadi panggung utama sebagai kediaman mewah Hong Min-beom (Choi Si-won). Lokasi spesifiknya adalah Presidential Suite, sebuah kamar seharga 20 juta KRW per malam yang dilengkapi dengan bak mandi batu (stone bathtub) dan ruang kebugaran pribadi. Kamar legendaris ini adalah tempat di mana tokoh dunia seperti Presiden Biden dan Ratu Elizabeth II pernah bermalam. Kritikus budaya pop juga pasti mengenali suite ini sebagai rumah Principal Jina Lim (Yunjin Kim) dalam serial XO, Kitty.

  • Akses Praktis: 10 menit dengan taksi dari Stasiun Hangangjin (Jalur 6), Exit 2.

3. Markas Besar yang Berwibawa: Ilmin Museum of Art (Jongno-gu)

Sebagai spesialis perjalanan K-Drama, saya harus mengingatkan bahwa memahami Season 2 berarti menghormati akarnya. Ilmin Museum of Art adalah landmark ikonik sejak Season 1 yang berfungsi sebagai eksterior tempat persembunyian Presiden Choi (Huh Joon-ho). Gedung bersejarah yang dulunya merupakan kantor pusat surat kabar Dong-A Ilbo ini memancarkan aura otoritas kuno yang kontras dengan kekacauan di jalanan. Mengunjungi tempat ini akan membawa Anda kembali ke titik awal di mana aliansi strategis sang ‘Bloodhounds’ pertama kali dibentuk.

  • Akses Praktis: Stasiun Gwanghwamun (Jalur 5), Exit 5.

4. Pertumpahan Darah dan Cita Rasa: Kim Susa (Gangnam-gu)

Siapa sangka restoran Jepang yang tenang ini menjadi saksi bisu “pertunjukan pisau” yang mematikan di akhir drama? Kim Susa di Sinsa-dong adalah institusi kuliner nyata dengan tradisi 37 tahun yang kini dikelola oleh generasi kedua. Dalam drama, “mantan kalajengking” organisasi kriminal memegang pisau sashimi di sini, namun dalam realitasnya, Anda akan menemukan keahlian koki kelas atas yang menyajikan kesegaran laut. Atmosfernya yang tenang memberikan kontras yang menghantui jika Anda membayangkan koreografi aksi brutal yang difilmkan di sudut-sudutnya.

  • Akses Praktis: Stasiun Sinsa (Jalur 3), Exit 1.

5. Tempat Lahirnya Sang Juara: Aloha Boxing Gym Samsung (Gangnam-gu)

Inilah “tanah suci” bagi para penggemar aksi fisik. Aloha Boxing Gym cabang Samsung adalah tempat di mana Geon-woo dan Woo-jin mengasah kepalan tangan mereka. Lingkungannya yang mentah dan fungsional mencerminkan dedikasi para aktor yang benar-benar berlatih seperti atlet profesional. Di sinilah denyut nadi aksi noir Bloodhounds bermula—di tengah suara hantaman samsak dan deru napas yang berat.

  • Akses Praktis: Stasiun Samsung Central (Jalur 9), Exit 7, jalan kaki sekitar 3 menit.

6. Perencanaan Strategis di Tengah Kota: Sector Coffee Roasters (Jung-gu)

Di Episode 3, ketegangan memuncak saat Tim Man-gang-yong menyusun strategi serangan balik. Adegan ini diambil di Sector Coffee Roasters cabang Euljiro. Terletak di persimpangan Myeongbo yang sibuk di Chungmuro, kafe ini adalah titik pengamatan urban yang sempurna. Dengan desain yang modern namun hangat, tempat ini memungkinkan Anda merasakan hiruk-piruk Seoul sambil memetakan rencana perjalanan Anda berikutnya, persis seperti para karakter di drama.

  • Akses Praktis: Stasiun Euljiro 3-ga (Jalur 2 & 3), Exit 9, hanya berjarak 3 menit jalan kaki.

7. Awal Mula Ketegangan: Golden Slumber (Seocho-gu)

Bar trendi di Banpo-dong ini adalah lokasi di mana kemewahan bertemu dengan bahaya. Di sinilah Hong Min-beom dijebak oleh geng IKFC dalam plot obat-obatan terlarang yang memulai spiral kekacauan Season 2. Golden Slumber menangkap estetika noir melalui pencahayaan redup dan desain interior yang chic, menjadikannya lokasi wajib bagi mereka yang ingin merasakan sisi gelap kehidupan malam Seoul yang digambarkan dalam serial ini.

  • Akses Praktis: Stasiun Sapyeong (Jalur 9), Exit 2.

8. Basecamp Pelarian: Courtyard Marriott Seoul Times Square (Yeongdeungpo-gu)

Saat ancaman Im Baek-jeong semakin mencekik, kelompok Geon-woo melarikan diri ke sini. Dengan bantuan Hong Min-beom, hotel ini menjadi benteng pertahanan sementara dan pusat komando untuk mempersiapkan serangan balik. Lokasinya yang terintegrasi dengan mall Times Square memberikan nuansa strategis yang kental—tempat yang sempurna untuk “menghilang” di tengah keramaian kota namun tetap memiliki akses untuk memantau pergerakan musuh.

  • Akses Praktis: Stasiun Yeongdeungpo (Jalur 1), Exit 6, jalan kaki sekitar 8 menit.

9. Kehangatan Keluarga di Tengah Badai: Cafe Open Door (Incheon)

Dikenal sebagai ‘Cafe Sum’ dalam drama, kafe ini adalah oase emosional yang dikelola oleh ibu Geon-woo. Terletak di Cheongna, Incheon, Cafe Open Door menawarkan suasana hangat yang sangat kontras dengan kekejaman dunia luar. Sebagai tip profesional untuk penjelajah lokasi: kafe Guum Dabang yang sempat muncul sebelumnya kini telah tutup, jadi pastikan Anda menuju Cafe Open Door untuk merasakan atmosfer rumah sang juara.

  • Akses Praktis: Gunakan bus dari Stasiun Cheongna International City (Airport Railroad).

10. Arena Pertarungan Terakhir: Gimcheon Pye-daehak (Gimcheon)

Puncak dari segala pertumpahan darah terjadi di lokasi yang mencekam ini. Penggemar mengenalnya sebagai “Deathmatch” arena antara Im Baek-jeong dan Kim Geon-woo. Secara administratif, lokasi ini adalah Bekas Universitas Kesehatan Korea di Gimcheon (Gimcheon Pye-daehak). Bangunan terbengkalai ini memberikan skala besar dan atmosfer sunyi yang mengerikan, melahirkan salah satu adegan aksi paling hard-hitting dalam sejarah K-Drama noir.

  • Akses Praktis: Terletak di daerah Ok-yul-ri, Eomo-myeon, Gimcheon. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena lokasinya yang terpencil.

——————————————————————————–

11. Bonus: Pusat Penyelidikan (Balai Kota Daejeon)

Meskipun Season 2 membawa kita ke banyak tempat baru, Balai Kota Daejeon tetap menjadi elemen penting sebagai eksterior ‘Kantor Polisi’. Penampilannya yang modern dan megah mencerminkan otoritas lembaga publik dalam melacak jaringan kriminal IKFC yang rumit.

  • Akses Praktis: Stasiun City Hall (Daejeon Jalur 1), Exit 1.

——————————————————————————–

12. Trivia Produksi: Transformasi di Balik Layar

Sebagai kritikus, detail kecil inilah yang membuat sebuah karya menjadi mahakarya:

  • Transformasi Fisik: Woo Do-hwan menambah berat badan hingga 13 kg untuk menunjukkan Geon-woo yang lebih dewasa dan kuat—bertransformasi dari pemuda menjadi petarung sejati.
  • Debut Antagonis: Legenda K-Pop Rain (Jung Ji-hoon) melakukan debut peran jahatnya sebagai Im Baek-jeong, memberikan performa yang menakutkan dan penuh intimidasi.
  • Bromance Sejati: Hubungan Woo Do-hwan dan Lee Sang-yi sangat erat di lokasi syuting hingga staf menjuluki mereka sebagai “pasangan suami istri.”
  • Atmosfer Global: Untuk adegan yang berlatar di Vladivostok, tim produksi melakukan syuting di Latvia demi mendapatkan atmosfer pelabuhan utara yang dingin, kelabu, dan autentik.

13. Penutup: Menghidupkan Kembali Narasi

Menjelajahi lokasi syuting Bloodhounds Season 2 adalah perjalanan menyusuri jejak-jejak keberanian dan pengorbanan. Dari suite mewah yang berkilau hingga reruntuhan universitas yang sunyi, setiap sudut menyimpan emosi yang mendalam dari narasi aksi noir ini. Bersiaplah untuk melihat Seoul dan sekitarnya melalui lensa yang berbeda—lensa di mana keadilan harus diperjuangkan dengan kepalan tangan. Selamat menjelajah, Sang ‘Bloodhounds’!

Related Post